berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Rabu, 31 Oktober 2018

Terlalu Sering Olahraga Kardio Ternyata Tidak Baik untuk Kesehatan


Olahraga kardio, atau yg lebih akrab dianggap aerobik, merupakan jenis kegiatan fisik buat menguatkan jantung dan paru. Bila otot jantung & paru sama kuat, darah segar yang dipompa akan lebih banyak & lebih cepat sehingga bisa mengalirkan lebih poly oksigen ke dalam setiap sel otot. Ini memungkinkan tubuh membakar cadangan lemak lebih banyak lagi.

Itu kenapa aerobik paling banyak dipilih buat membantu menurunkan berat badan. Contoh latihan kardio adalah jalan kaki, jogging, sampai berenang. Tetapi, bukan berarti Anda boleh berolahraga hiperbola hanya lantaran terpesona iming-iming berat badan cepat turun. Keseringan aerobik nyatanya justru berbalik sebagai butir simalakama yang berbahaya bagi kesehatan.

Badan sanggup stres apabila Anda keseringan kardio
Pada dasarnya segala jenis aktivitas fisik yang dilakukan secara hiperbola bisa berbahaya bagi kesehatan. Termasuk olahraga kardio yang tujuan awalnya merupakan untuk menjaga kebugaran sekaligus menurunkan berat badan.

Pasalnya, tubuh memerlukan ketika istirahan buat memulihkan diri dari stres fisik setelah dipaksa terus-terusan bekerja keras. Hal ini ditandai menggunakan divestasi hormon stres kortisol segera sesudah terselesaikan olahraga.

Apabila sesi olahraga Anda terlalu usang atau terlalu sering, maka tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang lebih poly. Peningkatan hormon stres kortisol setelah olahraga akan menyebabkan tubuh masuk ke dalam tahap katabolik. Tahap katabolik adalah fase di mana banyak jaringan tubuh akhirnya mengalami kerusakan akibat proses penguraian.

Begini, sebagian akbar olahraga kardio (khususnya lari) menciptakan tubuh melakukan gerakan yang sama berulang kali pada durasi eksklusif. Ini menaikkan risiko jaringan otot & tendon (perekat) dalam bagian anggota mobilitas tubuh tersebut mulai mengalami sobekan-sobekan super mini   yang pada akhirnya berimbas dalam kerusakan serat otot. Bayangkan sehelai kain tipis yang mulai terkoyak & terburai bila Anda menguceknya terus-terusan.

Jika gerakan berulang tersebut permanen dilakukan selama jaringan tubuh Anda belum benar-sahih pulih, yg terjadi justru sistem imun akan memulai proses peradangan berlebihan sehingga meningkatkan risiko kerusakan jaringan lebih lanjut & meluas.

Kardio terlalu sering buruk buat jantung
Olahraga kardio merupakan aktivitas fisik yang baik buat melatik kebugaran jantung. Tetapi kenyataannya, terlalu tak jarang aerobik malah akan berbalik membahayakan kesehatan jantung.

Prinsipnya sama misalnya di atas. Jantung dalam dasarnya terdiri berdasarkan otot & serat-serat halus yg terus bekerja tanpa henti buat memompa darah segar ke semua tubuh. Ketika Anda terus berlari atau berenang tanpa kenal istirahat, ialah jantung akan terus-terusan bekerja ekstra keras buat memompa lebih kencang.

Lambat laun, serat-serat otot jantung akan terurai & mengalami sobekan mikroskopik seperti halnya pada otot kaki yg digunakan lari berlebihan. Sobekan-sobekan ini dalam akhirnya justru akan melemahkan kerja jantung.

Sobekan otot jantung lantaran olahraga terlalu intens juga mempunyai pengaruh jangka panjang. Salah satunya penurunan ketahanan tubuh dalam beraktivitas. Artinya, bukan nir mungkin Anda justru akan lebih cepat kelelahan meski tidak beraktivitas terlalu berat. Kemungkinan terburuknya adalah gagal jantung spontan.

Apa tandanya bila saya sudah kardio terlalu sering?
Apabila Anda mengalami beberapa hal berikut, mungkin sudah saatnya berhenti olahraga sejenak & istirahatkan tubuh sampai merasa fit pulang.

Tidak ada penurunan berat badan. Olahraga kardio seharusnya efektif untuk menurunkan berat badan. Tetapi ketika telah hiperbola, pengaruh tersebut telah tidak bisa dirasakan lagi atau bahkan berat badan malah makin bertambah lantaran tubuh Anda sudah kebal.
Badan terasa lunak, nir makin berotot – Proses katabolisme akibat terlalu acapkali kardio tidak hanya menyebabkan penguraian jaringan lemak akan tetapi juga jaringan otot. Tubuh Anda mungkin terlihat lebih kurus, namun itu pula berarti Anda kehilangan massa otot.
Merasa lelah sepanjang saat – Peningkatan hormon stres kortisol bisa mengganggu keseimbangan hormon yg mengatur keseimbangan energi.
Merasa jenuh menggunakan berolahraga – Jenuh berolahraga adalah tanda yang paling generik ada saat Anda sudah hiperbola melakukannya.

Bagaimana cara memperbaiki rutinitas kardio saya?

1. Selingi menggunakan jenis olahraga lain
Apabila Anda masih tetap ingin kardio, usahakan kurangi intensitasnya sementara & selingi sesekali dengan jenis olahraga otot (strength pelatihan). Misalnya angkat beban, pull-up, push-up, atau squat.

Strength training berguna buat kembali meningkatan metabolisme tubuh sekaligus membantu mempertinggi massa otot yg sudah hilang akibat fase katabolik.

Sesekali membarui jenis olahraga juga menghindari bagian tubuh yang mengalami cedera atau kerusakan ringan akibat kardio makin bertambah parah. Terlebih, strength pelatihan seperti angkat beban akan secara spesifik menguatkan otot & persendian sehingga lebih tahan banting terhadap kerusakan.

Selain itu, latihan otot cenderung bisa dilakukan secara perlahan. Artinya stres yang dialami tubuh cenderung lebih sedikit dibandingkan menggunakan olahraga kardio yang dilakukan dengan intensitas lebih tinggi.

2. Istirahat itu penting
Namun, memaksakan tetap berolahraga juga buruk. Jika motivasi olahraga Anda mulai menurun atau malah merasa makin mudah kecapekan sehabis olahraga, ini tandanya Anda telah olahraga hiperbola.

Sebaiknya berhenti sejenak buat beri saat bagi tubuh memulihkan diri sebelum mulai olahraga lagi. Tubuh Anda jua perlu mengisi ulang nutrisi yang sempat hilang banyak ketika berolahraga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar