berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Selasa, 30 Oktober 2018

Perlukah Menggunakan Baby Walker untuk Bayi?


Beberapa orangtua percaya, bahwa baby walker dapat membantu tumbuh kembang bayi mereka, khususnya membantu agar anak bisa berjalan lebih cepat. Tetapi, apa benar baby walker sanggup membantu tumbuh kembang anak? Atau malah berbahaya? Mari simak pro dan kontra baby walker pada bawah ini.

Apa itu baby walker? Apa bayi Anda benar butuh indera ini?
Baby walker atau walker bayi merupakan benda yg bentuknya berupa persegi, dengan roda pada tiap sisi bawahnya, dilengkapi dengan kain di tengahnya sebagai tempat duduk bayi. Kadang di bagian atasnya dipasang mainan buat bayi atau dibuat untuk meletakkan gelas & piring bayi.

Baby walker merupakan indera yg digadang-gadang sanggup membantu bayi berjalan lebih cepat.  Saat bayi telah mampu duduk ataupun berdiri tegak, poly orangtua yang membeli alat ini dan berharap kemampuan berjalan si bayi menjadi lebih cepat.

Selain itu, alat ini pula sanggup dikatakan menjadi mainan anak. Mengapa? Pasalnya, anak usia lima hingga 12 bulan akan tersenyum riang saat mereka berada di atas baby walker sembari bergeser ke sana kemari pada pada rumah. Meskipun sebenarnya dia belum benar-sahih sanggup berjalan sendiri.

Butuh atau tidaknya indera ini sebetulnya bergantung dari kebutuhan dan tujuan orangtua menggunakan alat ini buat bayi. Untuk menentukan butuh atau tidaknya, sila cermati manfaat & risiko menggunakan indera ini.

Adakah keuntungannya?
Baby walker umumnya dibuat dengan tampilan ramai & menggunakan poly rona. Ini bertujuan buat menarik perhatian anak. Adanya mainan yg terpasang juga bisa menciptakan anak duduk anteng lebih usang menggunakan menggunakan walker. Banyak bayi yang senang dan menikmati duduk, makan, atau bahkan menonton tayangan televisi dari walker.

Dengan memakai baby walker, orangtua jua tidak sebagai terlalu repot waktu memberi makan anak. Pasalnya, saat duduk pada walker, anak sebagai lebih anteng. Proses memberi makan atau menjaga bayi pula jadi lebih mudah karena tubuh anak nir beranjak terlalu banyak & bisa kita kendalikan.

Risiko & bahaya pakai baby walker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan baby walker tidak membantu proses belajar berjalan. Malahan sanggup bikin bayi jadi malas berjalan. Selain itu, otot betis bayi nir seluruh sudah mampu digunakan menunda beban berjalan. Jika orangtua memaksakan anak menggunakan baby walker, hal ini mampu bikin cedera bahkan risiko stigma dalam kaki bayi.

Perlu diketahui, bahwa bayi cenderung memakai jari-jari kaki mereka ketika berada di walker. Cara berjalan jinjit atau gunakan jari inilah yg akan  mengencangkan otot kaki mereka dan mengganggu perkembangan berjalan secara normal.

Selain itu, coba perhatikan sehabis bayi keluar dari walker, kemungkinan mereka  tetap menggunakan jari-jari kaki mereka buat berdiri atau berjalan. Padahal, seharusnya bayi berjalan dan menahan tubuhnya dengan semua telapak kakinya, bukan hanya bertumpu pada jarinya.

Menurut American Academy of Pediatrics terdapat beberapa hal berbahaya yg mampu terjadi akibat produk bayi ini, antara lain:

- Jatuh dari tangga. Ini merupakan perkara yg paling acapkali terjadi akibat gunakan indera walker.  - - Mudahnya pergerakan baby walker kadang membuatnya bisa menggapai ujung tangga, yang jika tanpa pengawasan, akan berujung pada jatuh. Bayi yg terjatuh sering mengalami patah tulang dan cedera ketua parah.
- Terbakar. Menggunakan alat ini bisa bikin bayi jadi lebih gampang menggapai dan menjangkau sesuatu yg letaknya lebih tinggi. Misalnya saja, bayi yang berjalan ke dapur sanggup menggapai teko, makanan, atau minuman panas. Mereka pula mungkin saja sebagai lebih gampang menarik taplak meja, membuat benda yang di atasnya menimpa si bayi, termasuk wadah makanan atau minuman yang mungkin saja terdapat isinya.  Bahkan, hal membahayakan lainnya, dengan memakai alat bantu jalan ini, bayi mampu memegang kompor, panggang, stop kontak atau bahkan benda-benda berbahaya yg masih ada aliran listrik di dalamnya.
- Tenggelam. Dengan memakai walker, bayi yang tanpa supervisi sanggup berjalan keluar rumah (atau tempat lain yang menarik perhatiannya) menggunakan cepat dan berisiko terjatuh ke kolam atau bak mandi.
Makan atau minum benda asing. Tak jarang, ketika dibantu walker, bayi bisa mencapai atau merogoh benda & akhirnya beliau masukkan ke dalam mulutnya. Menggunakan indera ini sanggup menambah risiko tersedak benda asing & makan makanan yang diletakkan begitu saja di meja pada bayi.
- Terbalik. Jika tersandung atau menabrak sesuatu di lantai atau pada depan anak, walker dan anak mampu berisiko terjungkir.
Selain aneka macam risiko yang mungkin saja terjadi, perlu diingat bahwa menggunakan alat ini mampu merusak kemampuan berjalannya alih-alih membantunya cepat berjalan. Hal ini lantaran walker mampu mengacaukan kekuatan otot kaki anak.  Saat menggunakan walker, bagian otot kaki yg sebagai bertenaga hanyalah bagian bawah. Padahal, perkembangan otot-otot kakinya seharusnya berjalan seimbang menggunakan otot bagian pinggul dan paha. Alhasil, bukannya cepat jalan, otot kaki atas sanggup saja melemah.

Jadi, lebih baik gunakan baby walker atau nir?
Seperti yang telah dibahas di atas, nyatanya lebih banyak bahayanya. Jurnal penelitian Pediatrics tahun 2018 pun pula sudah menerbitkan bahwa masalah kecelakaan anak pada Alaihi Salam dampak pakai perangkat perlengkapan bayi, misalnya walker atau jumper semakin tinggi tiap tahunnya.

Ada baiknya orangtua melatih kemampuan anak berdiri & berjalan menggunakan alternatif, yakni menggunakan dengan membiarkan anak berdiri atau bebas berkiprah di karpet spesifik bayi atau pada rumput.

Ketika bayi duduk dan berkecimpung berdiri, waktu itulah mereka sedang belajar bagaimana menjaga ekuilibrium tubuh mereka. Bila proses itu Anda bantu menggunakan alat, kemampuan bayi buat berjalan & berdiri seimbang jadi kurang. Tidak perlu takut jika bayi jatuh duduk atau terguling waktu belajar posisi berdiri dan berjalan seimbang ini.

Membebaskan anak beranjak pada lantai atau karpet juga mampu membantu tangan dan lutut pada posisi merangkak atau pra-merangkak. Ini krusial buat menciptakan tubuh anak jadi lebih kuat beban berat melalui panggul dan bahu.

Alih-alih gunakan walker, dr. Alan Greene, seseorang dokter anak, pembicara, sekaligus penulis berbagai kitab   tentang ilmu kesehatan anak, seperti yg dikutip pada situs websitenya, menyarankan alternatif lain buat membantu tumbuh kembang kemampuan anak saat berdiri, yaitu menggunakan exersaucer. Benda ini berbentuk mirip walker yang memiliki mainan & tempat duduk, hanya saja tidak dilengkapi menggunakan roda.

Exersaucer bisa menciptakan anak melompat, memantul, berdiri atau bahkan mencoba berpegangan pada kedua sisi indera sambil bermain mainan pada depannya. Hal ini dirasa dr. Greene lebih aman & lebih sinkron dengan perkembangan anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar