berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Rabu, 31 Oktober 2018

Pedoman Hidup Sehat Bagi Orang Prehipertensi


Pada 2003, Seventh Report of the Joint National Committee, sebuah badan pengendalian hipertensi pada Amerika Serikat memutuskan bahwa seseorang dikatakan prehipertensi apabila angka tekanan darah sistoliknya (nomor  yang pada atas) 120-139 mmHG atau tekanan darah diastolik (nomor  yang pada bawah) 80-90 mmHg.

Patokan tersebut menjadi sebuah pengingat bagi setiap orang. Anda mungkin memang belum kena penyakit, tetapi ini sudah jadi lampu kuning bahwa Anda bisa kapan saja mengalami berbagai penyakit.

Menurut penelitian dalam jurnal Nature Reviews Cardiology, orang hipertensi 2-tiga kali lebih rentan mengalami hipertensi dibandingkan orang menggunakan tensi normal.

Untungnya, penyakit hipertensi masih mampu dicegah dan Anda bisa mengendalikan syarat tekanan darah tinggi ini apabila sudah terdeteksi sedini mungkin. Untuk mengendalikannya, Anda wajib  melakukan perubahan gaya hayati secara disiplin.

Prinsip hidup sehat buat mengatasi prehipertensi pula dikenal menggunakan sebutan 3F, yaitu food (makanan), fitness (kebugaran), & fun (bersenang-bahagia).

Food (kuliner)
Diet DASH ( telah terbukti secara klinis sanggup mengendalikan hipertensi. DASH merupakan singkatan menurut Dietary Approaches to Stop Hypertension alias pendekatan pola makan buat menghentikan hipertensi.

Diet DASH mengarahkan Anda buat membatasi lemak dan produk hewani serta kuliner olahan yang telah diproses sedemikian rupa sehingga kadar natriumnya sangat tinggi. Fokusnya adalah meningkatkan asupan terigu utuh, buah dan sayur, serta produk susu bebas lemak.

Dalam diet ini, Anda harus membatasi natrium maksimal  2.300 mg per hari, setara menggunakan 1 sdt/ 6 gr garam. Pasalnya, natrium paling poly didapatkan menurut garam, makanan asin, & kuliner olahan.  

Namun, akan lebih baik lagi bila Anda sanggup membatasi konsumsi natrium sampai paling poly 1.500 mg natrium per hari, setara dengan kira-kira ¾ sdt garam. Lebih jelasnya, konsultasikan menggunakan dokter atau ahli gizi buat memilih batasan natrium yg tepat untuk Anda.

Fitness (kebugaran)
Olahraga seperti jalan kaki cepat (brisk walking) selama 30 mnt setiap hari mampu menurunkan tensi hinnga 4-9 mmHg. Tetapi, olahraga wajib  dilakukan secara rutin agar hasilnya optimal.

Penelitian tahun 2005 menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang lebih digdaya menurunkan tekanan darah dalam orang prehipertensi daripada orang dengan tensi normal.

Apabila dikombinasikan menggunakan pola makan sehat misalnya diet DASH, olahraga rutin pula mampu membantu mencapai & menjaga berat badan ideal. Pasalnya, obesitas akan menaikkan risiko tekanan darah tinggi. Beragam studi mengambarkan bahwa risiko prehipertensi bisa ditekan hingga 20 persen dalam orang-orang obesitas.

Fun (bersenang-bahagia)
Stres bisa mengakibatkan kenaikan tensi ad interim, akan tetapi bila dibiarkan terus-terusan mampu mengakibatkan tekanan darah tinggi. Maka, krusial bagi Anda untuk mengelola stres menggunakan baik & bersenang-bahagia.

Caranya ada banyak. Mulai menurut mendengarkan lagu, pijat, berdoa, bermeditasi, melakukan hobi misalnya menggambar, & berolahraga.

Usahakan buat mematuhi panduan hayati sehat & senang  ini. Juga, jangan lupa buat rutin memantau nomor  tekanan darah Anda, baik waktu periksa ke dokter atau tes di rumah sendiri. Perubahan gaya hidup tidak cuma mencegah hipertensi, akan tetapi juga mempertinggi kesejahteraan Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar