berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Rabu, 31 Oktober 2018

Mengenal Penyakit Emfisema: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan


Apa itu emfisema?
Emfisema adalah salah  satu berdasarkan 2 penyakit yg umum terjadi dalam orang dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Penyakit ini Mengganggu kantung-kantung udara pada dalam paru-paru (disebut juga menggunakan alveoli) menggunakan membuatnya membuatnya kehilangan elastisitas secara tetap.

Alveoli adalah loka pertukaran oksigen & karbondioksida pada paru-paru. Alveoli yang rusak menyebabkan kemampuan paru-paru memasok oksigen ke pada darah menjadi berkurang.

Sampai waktu ini, belum ada obat buat menyembuhkan rusaknya alveoli ini. Artinya, penyakit ini nir sanggup disembuhkan. Tetapi, Anda dapat mencegahnya supaya kerusakan yang terjadi nir semakin parah.

Apa yang mengakibatkan seseorang terkena penyakit ini?
Salah satu penyebab seorang dapat terkena penyakit ini adalah paparan berlebihan terhadap iritan kimia, seperti asap rokok. Selain itu, gambaran jangka panjang polusi udara dan bahaya yg terdapat di lingkungan kerja pula bisa memicu syarat ini.

Pada mulanya, paru-paru Anda mungkin akan meradang akibat paparan yang terlalu sering. Akibat paparan itu, paru-paru Anda lalu kehilangan elastisitasnya sebagai akibatnya mempersempit saluran napas & Mengganggu genre udara yang masuk. Terjadilah gangguan pernapasan ini.

Merokok merupakan alasan utama buat seluruh penyakit paru, termasuk emfisema. Faktor lainnya yang mungkin pula sebagai penyebab penyakit ini adalah unsur genetika, meskipun sebenarnya relatif jarang terjadi.

Siapa saja yg berisiko terkena penyakit emfisema?
Biasanya, penyakit ini dialami sang orang yang sudah merokok pada jangka saat yang lama  . Itu sebabnya, penyakit ini umumnya baru berhasil didiagnosis atau ditemui dalam usia paruh baya atau usia lanjut. Tak hanya lelaki, wanita pula berpotensi memiliki penyakit ini.

Menurut laporan menurut Surgeon General’s Office of the Department of Health and Human Services, para perokok menaikkan risiko mereka buat terkena emfisema sebesar 13 kali lebih akbar (HHS, 2004). Tak hanya perokok, orang yg terkena gambaran asap rokok, alias perokok pasif juga berisiko terkena penyakit ini.

Selain asap rokok, polusi udara dan paparan bahan kimia lain, yg mungkin saja didapat menurut lingkungan kerja jua menyebabkan seorang berisiko terkena penyakit ini. Para pekerja pabrik tertentu adalah salah  satu contohnya.

Di samping polusi udara, & asap rokok, terdapat faktor risiko lain, selain kualitas udara, yg mengakibatkan seseorang berisiko terhadap penyakit ini. Penelitian memberitahuakn bahwa ras Kaukasia lebih acapkali menderita emfisema dibandingkan dengan ras lain. Faktor genetik jua diketahui menyebabkan emfisema pada orang-orang dengan usia yg lebih belia. Namun, ini merupakan masalah yang jarang terjadi.

Apa saja tanda-pertanda & tanda-tanda emfisema?
Sindrom kelelahan kronis

Gejala emfisema umumnya akan memburuk ketika Anda berolahraga. Salah satu tanda-tanda yang paling generik adalah sesak napas yang jua mungkin disertai batuk. Berikut adalah beberapa tanda-tanda lain yg dampak penyakit ini.

Sesak napas yg memburuk berdasarkan saat ke saat
Lebih gampang terkena infeksi
Lendir (dahak) berlebih di paru-paru
Kelelahan, keletihan
Bagian tengah paru-paru yg membesar sebagai upaya tubuh pada menaikkan berukuran paru-paru. Kondisi ini dianggap juga barrel chest
Kulit atau kuku yang menjadi kebiruan dampak kekurangan oksigen
Kelelahan, penurunan berat badan, depresi, & detak jantung cepat adalah tanda-tanda lain yg mungkin muncul akibat emfisema. Apabila ini terjadi, segera carilah donasi medis.

Komplikasi apa saja yg mungkin timbul akibat penyakit ini?
Emfisema dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya serta mengakibatkan kondisi paru yg serius. Komplikasi emfisema dapat mencakup:

- Pneumonia, yaitu infeksi bakteri pada paru-paru. Orang menggunakan emfisema cenderung mengalami pneumonia
- Kolaps paru. Beberapa orang yang mempunyai penyakit ini mempunyai penggembungan kantung udara dalam paru-paru yg disebut dengan bullae. Kantung ini mampu membesar sampai ukuran setengah paru-paru. Jika kantung ini pecah akan menyebabkan fungsi paru kolaps. Kondisi ini disebut juga menggunakan pneumotoraks
- Masalah jantung. Penyakit ini mengakibatkan terjadinya kerusakan alveoli pada paru-paru. Hal ini akan mengurangi jumlah pembuluh kapiler dan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Artinya, jantung mempunyai beban lebih akbar buat memompa darah agar dapat memasok oksigen ke semua sel-sel tubuh. Lama-kelamaan, hal ini akan menyebabkan pembengkakan jantung lantaran tekanan arteri yang akbar

Tes dan penaksiran
Penyakit ini bisa didiagnosis dengan beberapa cara. Pertanyaan pertama yang akan diajukan sang dokter bila Anda dicurigai memiliki penyakit ini adalah mengenai kebiasaan merokok yg Anda miliki. Ia jua akan menanyakan ihwal lingkungan rumah dan loka kerja apakah memungkinkan diri Anda buat terpapar bahan-bahan yang berpotensi mengakibatkan kerusakan paru.

Selain penegakan penaksiran menggunakan menggali kebiasaan Anda, pemeriksaan fisik kentara akan dilakukan. Terlebih lantaran penyakit emfisema dapat mengakibatkan perubahan penampilan, seperti kulit kebiruan atau barrel chest. Malnutrisi pula adalah salah  satu pertanda dari emfisema.

Tes apa saja yg biasanya dilakukan buat menegakkan diagnosis?
Melakukan rontgen
Untuk memperkuat diagnosis, dokter Anda juga mungkin akan melakukan beberapa tes eksklusif (termasuk inspeksi laboratorium) untuk memastikan dugaan penyakit ini. Beberapa tes dapat mendiagnosis emfisema, termasuk tes pencitraan, tes kapasitas paru, & tes darah.

Tes oksimetri. Tes ini dilakukan buat mengukur kadar oksigen di dalam darah.  Untuk mengukur kadar oksigen pada darah.
Tes fungsi paru. Untuk menjalankan mekanisme ini, Anda akan diminta bernapas pada selang dengan tujuan mengukur seberapa banyak udara yang mampu Anda tampung di paru-paru dan berapa poly yang dapat Anda embuskan. Hasil tes ini akan menerangkan sebaik apa paru-paru Anda bisa “memerangkap” udara pada dalam buat memasok oksigen ke darah.
Tes pencitraan. Tes pencitraan dilakukan dengan melakukan rontgen dada atau CT Scan dada. Melalui tes ini akan dicermati bagaimana gambaran (citra) paru-paru Anda. Tes ini dapat menangkan adanya kelainan, misalnya gelembung-gelembung udara yang terbentuk pada paru-paru.
Tes darah lengkap. Ketika menderita emfisema, jumlah sel darah merah bisa semakin tinggi. Adanya infeksi di paru dampak penyakit ini pula dapat meningkatkan jumlah sel darah putih buat itulah inspeksi darah lengkap dilakukan buat mengetahui adanya kelainan ini.
Bagaimana penyakit ini diobati?
Emfisema merupakan penyakit kronis. Artinya, penyakit ini nir bisa disembuhkan. Meski tak daoat disembuhkan, penyakit ini masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan. Selain itu, terapi & operasi juga dapat membantu mengendalikan penyakit ini dan menaikkan kualitas hidup.

Beberapa cara buat mencegah penyakit ini semakin memburuk antara lain:

- Berhenti merokok adalah pengendalian emfisema dan penyakit paru yg paling efektif. Menghindari polutan lainnya juga akan membantu agar syarat ini nir memburuk.
- Program rehabilitasi paru akan mengajarkan Anda cara buat berlatih pernapasan, cara mengurangi stres, & cara berolahraga menggunakan emfisema.
- Terapi oksigen.
- Obat-obatan buat mengurangi peradangan (anti-inflamasi).
- Obat-obatan buat membuka saluran udara & mengencerkan dahak (bronkodilator).
- Antibiotik & vaksinasi buat mencegah infeksi.
- Penderita penyakit ini seringkali mengalami kecemasan & depresi. Bergabung menggunakan kelompok yang memiliki kasus homogen jua dapat membantu. Mengingat penderita penyakit emfisema seringkali memiliki badan yang kurang, mengonsumsi makanan kaya vitamin A, C, dan E, seperti butir-buahan jua akan dianjurkan buat membantu menjaga kondisi permanen baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar