berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Rabu, 31 Oktober 2018

Efek Kokain Terhadap Otak dan Tubuh yang Harus Anda Ketahui


Penyalahgunaan narkoba (Narkotika & Obat Berbahaya) menjadi masalah akbar bagi seluruh global, termasuk Indonesia. Salah satu jenis narkoba yang paling poly dikonsumsi selain ganja merupakan kokain. Kokain merupakan obat stimulan kuat yang sangat adiktif. Seperti kebanyakan stimulan, zat satu ini bisa langsung memengaruhi fungsi otak penggunanya. Kecanduan jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai kasus fisik dan psikologis yg parah. Bahkan, zat satu ini jua sanggup menyebabkan kematian. 

Asal-usul kokain
Kokain merupakan stimulan kuat yang diekstraksi menurut daun Erythroxylon coca atau yg lebih dikenal dengan daun koka. Daun ini banyak tumbuh pada negara bagian Amerika Selatan, misalnya Peru, Bolivia, & Colombia. Selama berabad-abad lamanya, daun koka acapkali dipakai untuk mengatasi penyakit ketinggian & menaikkan energi pada poly suku asli Amerika Selatan. Di beberapa daerah terpencil Amerika Selatan, daun koka juga seringkali dipakai dalam upacara-upacara keagamaan.

Tak hanya di negara-negara Amerika Selatan, Amerika Serikat jua menggunakan kokain sebagai tonik & ramuan buat mengobati banyak sekali macam penyakit pada awal 1900-an. Karena khasiatnya itulah, kokain menjadi senyawa yang sangat populer & tak jarang dipakai dalam obat-obatan, misalnya pelega tenggorokan & tonik. Bahkan, zat ini pula sempat menjadi bahan primer buat galat satu merek minuman soda yang paling terkenal—meski sekarang akhirnya kandungan kokain sama sekali dihilangkan menurut minuman tersebut.

Sayangnya, khasiat kokain tak jarang kali disalahgunakan. Beberapa orang menjual zat ini secara ilegal sebagai bubuk putih halus yg dimurnikan & dicampur dengan zat lain misalnya tepung maizena, bedak talek, atau gula. Beberapa orang juga terdapat yang mencampurnya menggunakan heroin atau amphetamine, dikenal menjadi speedball. Akibatnya, perkara kecanduan, perilaku psikotik, kejang, & kematian pun semakin tinggi. Akhirnya, dalam tahun 1914, Harrison Narcotics Tax Act Amerika Serikat melarang penggunaan zat ini pada produk yang dijual bebas & membuatnya hanya tersedia menggunakan resep dokter.

Sebagai obat yg dimurnikan, kokain masuk ke pada galat satu zat yang paling sering disalahgunakan selama lebih menurut 100 tahun.

Jenis-jenis kokain
Ada dua jenis kokain, di antaranya:

- Garam hidroklorida. Narkoba jenis ini ditambahkan asam untuk menetralisasi dan membangun zat garam. Itulah sebabnya narkoba jenis ini berbentuk serbuk kristal putih, mempunyai sifat larut pada air, dan terasa relatif pahit. Cara penggunaannya mampu dihirup atau disedot melalui hidung, disuntik ke pembuluh darah, diminum pribadi, atau digosokkan ke gusi. Dibandingkan menggunakan  freebase, narkoba jenis ini membutuhkan ketika lebih lama   agar pemakainya merasakan sensasi euforia, “nge-fly”, atau bahagia hiperbola. Nama jalanan buat narkoba jenis ini adalah blow, coke, flake, C, & snow.
- Freebase. Ketika bubuk garam hidroklorida diproses sebagai zat yg mampu diisap, hal ini dinamakan freebase, atau dalam istilah jalanan disebut sebagai crack. Disebut crack lantaran waktu dipanaskan, kristal kokain membuat suara berderak seperti ‘crack’. Hanya diperlukan ketika lebih kurang 10 dtk agar pemakai mencicipi mencicipi sensasi “nge-fly” selesainya menghirup freebase. Hal inilah yg membuahkan freebase sangat berbahaya.
Efek kokain bisa pribadi terasa meski hanya dikonsumsi sedikit


Kokain adalah stimulan bertenaga yang memengaruhi fungsi otak. Inilah sebabnya kokain dapat mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran, dan konduite pemakainya. Efek kokain umumnya akan muncul segera sesudah seseorang menggunakannya. Bahkan, takaran mini   saja (kurang dari 100 miligram) dapat membuat pemakainya merasa merasa segar, gembira, bersemangat, banyak bicara, dan percaya diri pada ketika singkat. Beberapa orang yg menggunakan zat ini pula mengaku merasa bahwa pancainderanya lebih sensitif terhadap rangsangan.

Zat satu ini sanggup digunakan dengan banyak sekali cara, mulai dari suntikan, dihirup, diisap, & oral (diminum eksklusif). Seberapa intens imbas yang akan dirasakan tubuh dan seberapa usang imbas tersebut dirasakan sebenarnya bergantung dalam metode yang digunakan penggunanya. Misalnya, kokain yg dihirup efeknya nir se-intens yang diisap. Namun, kokain yg dihirup dapat bertahan lebih usang dibanding kokain yang diisap. Kokain yg dihirup bisa bertahan selama 15 sampai 30 mnt, sementara kokain yg diisap hanya bertahan lima hingga 10 mnt.

Semakin cepat obat diserap ke pada genre darah, maka semakin intens efeknya, dan semakin pendek jua pengaruh tersebut bertahan lama  . Nah, karena inilah, banyak orang yang ingin terus memakai zat ini supaya mampu mencicipi efeknya terus-terusan.

Efek zat ini pada tubuh penggunanya
Kokain adalah narkotika yg paling berbahaya lantaran daya adiktifnya sangat tinggi. Di Amerika Serikat, kokain atau kokaina digolongkan dalam obat Schedule II, merupakan mempunyai potensi tinggi buat disalahgunakan, namun juga dapat diberikan buat tujuan medis yang absah, misalnya obat bius lokal.

Sementara pada Indonesia, zat ini masuk pada senyawa NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) golongan I. Obat-obatan yang masuk pada narkotika golongan I  hanya digunakan buat tujuan penelitian & ilmu pengetahuan.

Sedikit saja penggunaan zat ini telah mampu mengacaukan kadar zat kimia alami pada otak yang diklaim dopamin. Produksi dopamin secara hiperbola bisa menyebabkan rasa gembira berlebihan dan sensasi melayang-layang (high). Biasanya sensasi tersebut diikuti dengan tanda-tanda misalnya pada bawah ini.

- Napas memburu atau terengah-engah
- Insomnia, nir bisa membisu, dan gelisah
- Nafsu makan hilang
- Detak jantung jadi lebih cepat
- Tekanan darah naik
- Suhu tubuh meningkat (hipertermia)
- Sensitivitas luar biasa terhadap sentuhan, suara, & penglihatan
- Jika dikonsumsi pada jumlah berlebihan, hal tadi bisa menyebabkan kecanduan. Semakin banyak 
Anda menggunakan zat ini, maka otak Anda jua akan semakin menyesuaikan diri dengannya. Akibatnya, Anda perlu dosis yg lebih bertenaga buat mencicipi efek yg sama. Nah, inilah yang berbahaya karena bisa menyebabkan overdosis.

Dosis yang lebih bertenaga dan lebih acapkali juga bisa menyebabkan perubahan jangka panjang pada senyawa kimia pada dalam otak Anda. Tubuh dan pikiran Anda mulai bergantung pada zat ini. Lambat laun, zat ini bisa membuat Anda kesulitan buat berpikir jernih, tidur, dan atau sekadar mengingat sesuatu. Beberapa masalah kesehatan yang mungkin dialami sang pecandu zat ini adalah:

- Sakit kepala parah
- Masalah mental misalnya depresi, gangguan kecemasan, halusinasi, dan lain sebagainya
- Kejang
- Penyakit jantung, agresi jantung, dan stroke
- Suasana hati yg berubah-ubah tanpa karena yg kentara
- Masalah seksual
- Kerusakan paru-paru
- HIV atau hepatitis apabila dipakai menggunakan cara injeksi
- Pembusukan usus apabila dikonsumsi secara berkaitan dengan mulut
- Gangguan penciuman, mimisan, hidung berair, & kesulitan menelan, jika dipakai menggunakan cara dihirup
- Dalam kasus yang parah, kematian mendadak juga  bisa terjadi akibat serangan jantung, kejang, dan henti napas. Risiko ini umumnya lebih rentan dialami bila seseorang menggunakan kokain bersamaan dengan alkohol.

Apabila Anda, keluarga, atau sahabat Anda mengalami kencanduan zat ini, jangan ragu buat membawanya ke dokter. Apabila perlu, Anda pula sanggup mengunjungi rumah sakit khusus yg mempunyai fasilitas rehabilitasi ketergantungan obat. Semakin cepat orang yg kecanduan zat ini diobati, maka peluang seseorang sembuh pun meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar