berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Selasa, 30 Oktober 2018

Cara Membedakan Nyeri Dada Karena Serangan Jantung dan Heartburn (Maag)


Kebanyakan orang menduga bahwa sakit dada sudah pasti merupakan tanda-tanda serangan jantung. Padahal, asam lambung naik pula dapat menyebabkan nyeri dan sensasi perih di dada (heartburn). Hati-hati, galat menebak jenis penyakit dapat menyebabkan keliru langkah penanganan, lho. Lantas bagaimana cara membedakan nyeri dada akibat agresi jantung dan heartburn?

Sekilas tentang serangan jantung dan heartburn
Serangan jantung terjadi saat genre darah ke jantung terhambat. Hal ini umumnya ditimbulkan oleh adanya penyumbatan pada arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang membawa oksigen ke otot-otot jantung. Akibatnya, jantung jadi kekurangan oksigen dan memicu rasa sakit.

Sementara itu, heartburn merupakan sensasi perih dan panas pada dada yang ditimbulkan sang naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus). Cairan lambung yg sifatnya sangat asam ini bisa mengiritasi lapisan dinding esofagus dan memicu sakit tenggorokan. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai maag, meskipun sebetulnya pada global medis tidak dikenal penyakit maag.

Meskipun heartburn sama sekali nir berhubungan dengan jantung, imbas iritasi akibat naiknya asam lambung juga bisa menjalar ke dada. Ini karena letak kerongkongan sangat dekat menggunakan jantung. Itulah alasannya adalah mengapa gejala nyeri dada dampak serangan jantung dan heartburn sangat sulit dibedakan.

Bedanya nyeri dada akibat agresi jantung & maag
Seorang direktur medis menurut Joan H. Tisch Center for Women’s Health pada NYU Langone Medical Center pada New York, dr. Nieca Goldberg menyampaikan bahwa kebanyakan orang tak jarang kali tertukar ketika membedakan nyeri dada akibat serangan jantung & heartburn. Hati-hati, keliru memilih penyakit mampu mengakibatkan galat penanganan yg akhirnya berujung fatal.

Nyeri dada akibat agresi jantung & heartburn memang cenderung mirip, karena keduanya sama-sama mengakibatkan sensasi perih dan tekanan di dada. Akan namun, ada karakteristik spesial   tanda-tanda serangan jantung yg tidak selaras menggunakan tanda-tanda heartburn. Begini cara membedakannya.

Nyeri dada akibat agresi jantung
Tidak seluruh orang akan mengalami sakit dada saat terkena agresi jantung. Dikutip menurut Cleveland Clinic, sebuah penelitian dari University of British Columbia membicarakan bahwa sakit dada akibat serangan jantung lebih umum dialami oleh laki-laki  ketimbang perempuan  .

Sakit dada karena agresi jantung bisa terjadi pada mana saja & nir selalu di sisi kiri. Dada Anda mungkin terasa misalnya diikat, diremas, dan sahih-benar tidak nyaman.

Anda jua dapat mengalami sesak napas atau keringat dingin di saat yang bersamaan. Semua gejala serangan jantung ini umumnya bertahan lama  , akan tetapi Anda dapat mengurangi rasa sakitnya dengan duduk sembari mengatur pernapasan pelan-pelan.

Dibanding nyeri pada dada, perempuan   yg terkena serangan jantung lebih tak jarang mengalami mual, muntah, kelelahan, sesak napas, sakit di bagian rahang, lengan, leher, & punggung. Sayangnya, gejala serangan jantung ini cenderung samar-samar sebagai akibatnya tak jarang diabaikan oleh para wanita yang mengalaminya.

Nyeri dada akibat heartburn
Saat asam lambung naik hingga ke kerongkongan, Anda akan mengalami sakit dada yang disertai dengan sensasi panas. Biasanya, tanda-tanda ini juga disertai dengan sensasi lidah getir & perut terasa penuh alias kembung.

Nyeri dada dampak heartburn bisa berlangsung hingga satu jam. Beda menggunakan gejala agresi jantung, sensasi perih & panas di dada bisa semakin parah apabila Anda membungkuk, berbaring, atau membarui posisi yang bisa semakin meningkatkan asam lambung.

Untuk memastikan penyebab sakit dada karena agresi jantung atau heartburn, cobalah minum obat maag menjadi langkah awal. Jika nyeri dada berangsur-angsur membaik, maka penyebabnya jelas karena heartburn.

Namun, bila gejalanya tidak kunjung membaik atau justru disertai menggunakan sesak napas atau keringat dingin, maka segera temui dokter terdekat. Hal ini mampu jadi tanda bahwa Anda terkena agresi jantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar