berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Selasa, 30 Oktober 2018

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Opioid?


Opioid merupakan obat pereda nyeri yg mempunyai dampak sangat kuat pada tubuh sebagai akibatnya tidak boleh digunakan asal-asalan. Opioid jua senang disebut menjadi narkotik. Ada banyak merek obat-obatan jenis opioid yg ditemui pada pasaran misalnya Percocet, Norco, Vicodin atau Tylenol dengan nama umum oxycodon atau hydrocodone. Lantas, apa jadinya kalau bunda menyusui minum obat opioid? Apa boleh?

Untuk apa sebenarnya obat opioid?
Pil opioid biasanya diresepkan buat mengurangi nyeri dari taraf sedang hingga berat sehabis seorang mengalami operasi caesar atau karena robekan pada apabila Anda baru terselesaikan operasi, terdapat obat opioid yg diberikan melalui suntikan lokal (epidural) pada hari pertama sehabis operasi.

Setelah menerima suntikan opioid, selanjutnya umumnya diberikan opioid berbentuk pil. Akan namun, tidak semua kasus penghilang nyeri akan dibeirkan obat opioid. Pada perkara tertentu, ada juga dokter yg memberikan obat nonopioid. Ini tergantung syarat bunda tersebut.

Bagaimana cara kerja obat opioid ini? Setelah memasuki aliran darah, maka akan melekat pada reseptor bernama opioid di sel-sel otak. Sel-sel inilah yg akan memberikan frekuwensi buat meredam rasa sakit & mempertinggi perasaan senang . Dengan pengaruh ini, maka rasa nyeri terasa lebih ringan.

Bagi orang yg melahirkan normal melalui vagina tanpa komplikasi, umumnya tidak memerlukan obat opioid ini setelahnya. Kalaupun terdapat rasa nyeri, kemungkinan rasa nyeri ini hanya diberikan dengan obat penghilang rasa sakit umum misalnya ibuprofen & paracetamol (acetaminophen), atau kompres panas & dingin.

Apakah obat opioid kondusif buat ibu untuk bayi?
Sebagian besar  ahli meyakini bahwa minum obat opioid, buat jangka pendek saat menyusui umumnya aman-aman saja. Tetapi, para pakar juga percaya bahwa bunda menyusui harus membatasi paparan bayi terhadap opioid lantaran obat-obatan ini bisa mengakibatkan kasus pernapasan meskipun tidak poly masalah ini terjadi.

Obat ini wajib  dibatasi pula lantaran belum diketahui bagaimana efek obat ini terhadap perubahan fungsi otak dalam jangka panjang.

Saat ibu menyusui minum obat opioid, terdapat sedikit kadar opioid yg akan tercampur pada air susu ibu, adonan ini diduga akan mengakibatkan kantuk bahkan memperlambat pernapasan atau detak jantung bayi.

Maka itu, waktu ibu menyusui sedang memakai obat opioid dari dokter, harus lebih waspada menggunakan indikasi-tanda pada bayinya. Jika ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter:

- Bayi tidur terus lebih usang dan lelap dari umumnya, susah dibangunkan
- Tidak mampu mengisap sebaik umumnya (isapan lemah)
- Feses yg keluar mini   dan keras (sembelit)

Jadi bolehkah bunda menyusui minum obat opioid?
Obat opioid masih boleh diminum sang mak   menyusui, tentunya menggunakan supervisi penuh menurut dokter. Dosis yg dipakai wajib  serendah mungkin, & waktu penggunaannya wajib  paling singkat.

Obat opioid biasanya digunakan selama lebih kurang 4 hari atau sesuai dengan resep yg diberikan dokter. Sebab, bila terlalu lama   dan terlalu tinggi dosisnya, bukan hanya akan membahayakan bayi yang disusui melainkan jua mampu menciptakan ibu menyusui kecanduan menggunakan obat ini.

Cara supaya lebih kondusif minum obat opioid
Jika Anda memang wajib  minum opioid, buat meminimalisir paparan bayi terhadap obat ini sebaiknya susui dahulu bayi Anda, lalu selesainya terselesaikan menyusui minum obat opioid. Efek puncak  obat opioid umumnya muncul setelah 1-dua jam sesudah diminum. Maka itu, usahakan susui dahulu selanjutnya baru minum obat.

Selain itu, hilangkan rasa takut Anda buat menyusui. Jangan takut buat permanen menyusui meskipun sedang minum obat opioid. Menghentikan anugerah ASI pada bayi Anda justru menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi ASI, ini lebih merugikan kesehatan Anda juga bayi.

Ingatlah, manfaat menyusui lebih besar  daripada efek negatif menurut obat opioid, jadi jangan sampai menghentikan proses menyusui.

Selalu konsultasikan syarat dalam dokter & ikuti petunjuknya. Jika Anda baru saja melahirkan bayi, dokter akan menyesuaikan jenis & kadar obat yang akan diberikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar