berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Selasa, 30 Oktober 2018

Bisakah Menebak Karakter Hanya Dengan Sekali Pertemuan Saja?


Anda mungkin pernah mendengar pepatah usang yang berbunyi, “Don’t judge book by its cover“. Pepatah ini mempunyai makna yang artinya jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya saja atau dalam kesan pertama. Nyatanya, banyak orang yang melakukan hal kebalikannya. Mereka cenderung menilai karakter seorang pada pertemuan pertama. Tetapi, apakah cara tersebut akurat berdasarkan pengamatan psikologi? Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Apakah kesan pertama itu krusial?
Setiap hari Anda mengenal orang baru yang Anda temui di tempat kerja, lingkungan loka tinggal, atau di jalan. Sesering itu pula Anda mengambil kesimpulan mengenai karakter setiap orang yang Anda temui.

Jika Anda melihat seseorang menggunakan sandang, sepatu, atau tas yg sedang populer, Anda niscaya akan menarik simpulan bahwa orang tadi sangat modis. Begitu jua waktu melihat seseorang yg membaca novel, kitab   atau koran pada dalam kereta, Anda akan berasumsi bahwa orang tadi hobi membaca. Sebenarnya, apakah penilaian Anda dalam kesan pertama itu penting?

Pepatah memang mengarahkan Anda buat nir memilih karakter seseorang menurut penampilannya, apalagi pada rendezvous pertama. Namun, kebanyakan orang cenderung akan menilai seseorang pada pertemuan pertama, barulah merevisi penilaiannya dalam pertemuan selanjutnya.

Untuk menilai bagaimana kepribadian seorang, indera dan insting Anda akan mengumpulkan warta. Mulai dari melihat bagaimana penampilan, mobilitas tubuh, ekspresi dan mendengar nada atau cara bicara. Kesan dalam pertemuan pertama inilah yg tercatat lebih kuat pada dalam otak Anda dibanding pertemuan sesudahnya.

“Cenderung menarik simpulan mengenai seorang pada sepersekian detik, pada dasarnya nir selalu menunjuk ke hal yang negatif,” kata Vivian Zayas, PhD, seseorang dosen psikologi pada Cornell University, seperti dikutip dari laman Health.

Menilai seseorang menurut rendezvous pertama sanggup membantu Anda buat menentukan situasi berbahaya & jua menentukkan kecocokkan antara Anda dan orang tersebut. Anda niscaya mengalaminya, misalnya ketika menghindari seseorang yang Anda anggap tidak baik atau menyeleksi calon pekerja saat sesi wawancara.

Bisakah menebak karakter berdasarkan kesan pertama?
Dilansir dari BBC, Katherine Rogers berdasarkan University of Tennessee di Chattanooga & Jeremy Biesanz berdasarkan University of British Columbia melakukan riset pada ribuan mahasiswa. Para mahasiswa diminta buat mengobrol dengan orang asing selama tiga mnt atau menonton video seseorang yg nir mereka kenal pada selang ketika yang sama. Kemudian, memberi evaluasi bagaimana kepribadian versus bicara atau orang yang diamati.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada beberapa mahasiswa yang bisa menilai kepribadian menggunakan sangat seksama, terdapat pula yang nir. Periset berpendapat bahwa keakuratan evaluasi tadi ditentukan sang kemampuan pada diri seorang untuk mengumpulkan warta dari apa yg mereka lihat dan dengar, serta menarik simpulan sinkron dengan kabar yg didapat.

Hal ini memberitahuakn bahwa menilai kepribadian orang lain pada rendezvous pertama itu nir selalu akurat. Ini tergantung kemampuan seseorang dalam penilaian, durasi hubungan satu sama lain, dan bagaimana orang tersebut menampakan dirinya di hadapan orang lain.

Itulah sebabnya pada wawancara kerja, kepolisian, atau forum lainnya, tim penilai kepribadian merupakan orang-orang terpilih yang memang memiliki kemampuan & kecermatan dalam menilai kepribadian seorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar