berita, tips kesehatan dan olahraga sehat

Breaking

Rabu, 31 Oktober 2018

5 Penyebab Kenapa Makin Banyak Anak Muda Kena Hipertensi


Hipertensi lebih dikenal menjadi penyakit yg acapkali menyerang orang berusia lanjut. Risiko hipertensi memang semakin meningkat seiring kita bertambah tua. Namun kenyataannya, perkara hipertensi pada anak belia & anak kecil ditemukan semakin banyak pada penjuru dunia.

Di Amerika Serikat, sekitar 20% orang dewasa belia usia 18-30 tahun yg berisiko penyakit jantung koroner lebih dulu memiliki hipertensi. Sementara itu di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar 2013 menerangkan bahwa menurut 25,8 persen total masalah hipertensi nasional ternyata 5,3% pada antaranya dipegang oleh anak remaja berusia 15-17 tahun.

Sebenarnya, apa penyebab hipertensi pada anak muda?
Sekitar 90-95% perkara hipertensi pada global termasuk jenis hipertensi primer. Hipertensi utama adalah syarat tekanan darah tinggi yang tidak jelas penyebabnya; nir disebabkan atau ditentukan sang kondisi medis apa pun. 

Sisanya termasuk ke dalam kategori hipertensi sekunder. Ini adalah jenis hipertensi yg ditimbulkan sang suatu syarat medis eksklusif yg menyerang fungsi ginjal, pembuluh darah, jantung, atau sistem endokrin.

Penyebab hipertensi sekunder dalam anak-anak muda merupakan penyakit ginjal turunan/bawaan, kelainan fungsi/bentuk aorta, sleep apnea, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau kasus tiroid (hipotiroidisme atau hipertiroidisme). Perempuan belia pula lebih berisiko kena hipertensi apabila rutin minum pil KB.

Tetapi, dugaan hipertensi sekunder dalam anak belia wajib  dikesampingkan lebih dulu apabila memang dicurigai. Hipertensi sekunder bisa dibatalkan saat kondisi penyebabnya diberantas.

Gaya hayati zaman terkini menaikkan risiko hipertensi pada usia muda
Sebagian akbar kasus hipertensi dalam anak belia tergolong ke dalam hipertensi primer. Meski nir diketahui jelas apa penyebab spesifiknya, hipertensi primer kemungkinan akbar dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) atau gaya hayati yang nir sehat, atau kombinasi keduanya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut:

Faktor genetik
Riwayat hipertensi turunan pada keluarga bisa menaikkan risiko hipertensi pada anak muda generasi berikutnya.

Pada anak-anak muda yang mempunyai hipertensi akan tetapi nir ada perkara medis yg jadi pemicunya dan gaya hidupnya juga tidak berisiko, genetik adalah satu-satunya penyebab yang paling mungkin.

Obesitas
Sekarang ini, terdapat lebih banyak anak muda dan remaja yg punya berat badan berlebih dibandingkan remaja generasi masa lalu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa masalah obesitas semakin tinggi 2 kali lipat semenjak tahun 1980-an. Setidaknya 1 dari 10 orang dewasa belia di global termasuk obesitas.

Peningkatan perkara obesitas secara global sebagai salah  satu faktor risiko primer yg bisa menjelaskan kenapa kasus hipertensi pada anak muda semakin menjamur. Sebuah survei internasional terbitan Journal of American College Surgery melaporkan orang-orang menggunakan berat berlebih berisiko 1.7 kali lipat lebih tinggi buat memiliki hipertensi daripada orang menggunakan berat badan sehat atau normal.

Semakin skor BMI Anda lebih tinggi dari 30, yg notabene sudah masuk pada kategori “berat berlebih (cenderung obesitas)”, semakin tinggi risiko hipertensi Anda.

Kurang olahraga
Aktivitas fisik seperti olahraga membuat tubuh menghasilkan hormon yang melemaskan dinding pembuluh darah, sebagai akibatnya bantu menurunkan tensi Anda.

Sementara itu, semakin Anda kurang gerak berarti semakin banyak lemak yg tertimbun pada tubuh sebagai akibatnya berat badan bertambah.

Apabila Anda kurang olahraga ditambah mempunyai berat badan yang cenderung obesitas, ini akan semakin menaikkan risiko terjadinya hipertensi pada usia belia.

Pola makan yang tidak baik
Kebiasaan anak muda buat makan kuliner serba cepat saji yang tinggi garam turut menyumbang pada peningkatan perkara hipertensi secara global.

Asupan garam sodium hiperbola & berkelanjutan  akan mempersempit pembuluh darah dan membuat tubuh menyimpan kelebihan berat air. Dua faktor ini akan mempertinggi tekanan darah.

Tidak terbiasa cek tensi
Hipertensi tak jarang dipandang sebelah mata oleh anak-anak muda karena beranggapan penyakit ini hanya akan menyerang orang-orang tua. Itu kenapa anak belia sporadis atau bahkan sama sekali nir pernah mengecek tensi mereka. Padahal idealnya, kita harus mulai rutin cek tensi mulai dari usia 20 tahun.

Anak-anak belia harus mulai menyadari sedini mungkin bahwa perkara hipertensi pada usia dini semakin poly tiap tahunnya. Mereka pula wajib  menyadari apa saja risiko komplikasi hipertensi pada kesehatan tubuh di masa depan. Dengan begitu, mereka sanggup merogoh langkah agresif buat mencegahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar