Thursday, February 16, 2017

Waspada! Ini Bukan Film Kartun Biasa, Jauhkan Film Ini Dari Anak Kecil! Karena...

Selamat datang di Beritakan.me , kali ini kami akan membahas mengenai fenomena yang sedang hangat di perbincangkan yaitu film kartun yang tidak pantas untuk di tonton oleh anak di bawah umur.
Pada zaman sekarang ini, di era yang serba modern membuat semua orang tak terpisahkan dengan gadget. Anak kecil pun banyak yang sudah di berikan gadget. Hal ini membuat si kecil sibuk sendiri dengan gadgetnya. Mereka biasa menggunakan gadget untuk bermain game atau bahkan menonton youtube.

Nah, beberapa waktu belakangan ini ada seorang ibu yang membagikan pengalamannya. Setelah kamu tau pengalaman ibu ini pasti kamu akan was-was ketika melepas anak kecil memainkan gadgetnya. Postingan ini di posting oleh akun facebook Dina Rosyada dan postingan ini menjadi viral dengan 9ribu lebih dibagikan.
Seperti yang kami lansir dari tribun,  berikut postingan selengkapnya 
“Cerita dibawah pengalaman teman ku sendiri ya
*MARAH*
Rasanya seperti terkena aliran listrik dari kaki, naik ke kepala, ke ubun-ubun, kemudian meledak.
Saya pulang dari UI Depok untuk keperluan mengambil toga dan undangan wisuda. Catatan aplikasi HP saya saat itu mencatat saya sudah berjalan 6000 langkah lebih dalam 6 jam.
Saya dapati, dua anak yang besar besar sedang berbaring di rumah petakan kami yang kecil. Salah satunya memegang HP, keduanya sedang menonton.
Saya menyapa mereka, dan mereka terkaget-kaget mengetahui saya sudah pulang. Melihat ekspresi mereka, saya menaruh curiga.
Saya minta HP nya, dan saya lihat apa yang mereka tonton, dan saat itulah seperti ada petir menggelegar di atas kepala.
“BUNDA MARAH SEKALI. BUNDA…TIDAK…SUKA”
Patah-patah saya mengatakannya. Dalam sepersekian detik, otak saya ini memutuskan dalam ketergesaan dan hampir pecah, kata kata apa yang ingin saya ucapkan.
Filter, Ummu, difilter
Ada suara berbisikan di dalam kepala
Saya menarik nafas,
“Bunda kecewa sekali, kenapa Nak?” Sebenarnya itu pernyataan dan pertanyaan untuk diri sendiri.
Sejurus kemudian, si sulung saya menangis meraung-raung meminta maaf. Adiknya, hanya memeluk kusen pintu, kepalanya menunduk namun matanya memandang saya, air matanya sudah banjir membasahi pipi dan bajunya.
Dia menangis, sangat ketakutan, tanpa suara.
Tragis. Pilu
Saya duduk lunglai.
Kemudian meneliti video yang berjudul memuakkan itu
‘Elsa getting pregnant by spiderman’
Video baru berjalan 4 menit, adegannya baru seputar elsa pergi sekola, bertemu beberapa teman lelaki dan muncul gambar love love. Saya lihat deretan video yang terpampang pada laman yang sama. Tentu saja, laman itu menautkan video porno lainnya.
Anak sulung saya terus menangis histeris
“Maapin aku… maapin aku… maapin aku”
Tanpa jeda
Saya menahan diri untuk menyebut mereka nakal, bandel, dan sejenisnya.
Banyak-banyak beristighfar untuk mengendalikan situasi penuh kengerian ini. Saya peluk dahulu si anak tengah, dia yang memangis sakit dalam diam, langsung mengeluarkan suara sambil memeluk saya.
“Huhuhhuhu” Kakaknya saya rangkul
“Iya sayang, bunda maafkan, bunda juga minta maaf ya.”
Setelah mereda, saya ajak bicara semuanya. Mereka bercerita, pada mulanya mereka main game, kemudian muncul tautan untuk menonton video singkat, kemudian muncul tautan lainnya, dan mereka menonton film kartun ‘Elsa’.
Mereka juga menceritakan apa yang mereka lihat. Mereka belum sampai pada adegan panas ketika saya pergoki. Saya jadi merasa terlalu berlebihan. Tapi tetap saja, bagaimana jika mereka sudah melihatnya?
Akhirnya saya pun menjelaskan kenapa saya harus marah, dan meminta maaf karena membuat mereka takut.
“Aku tau bunda marah karena sayang, tapi aku baru lihat bunda sebegitu marah. Aku takut Bun.” Kata si anak tengah, saya mengusap punggungnya. Saya bertanya-tanya, apakah saya dzalim? Apakah ini semua berlebihan ya Alloh?
#copas dari grup wa
penulis : ummu habibah”
Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!
Itulah pengalaman yang dibagikan seorang ibu. Mungkin setelah mengetahui kejadian diatas kita sebagai orang dewasa harus mengawasi apa saja yang di lakukan atau di tonton oleh adik kecil kita di gadget mereka. Karena gadget ibarat pisau bermata dua dan ada sisi positif dan negatifnya juga. Jadi waspadalah!

Artikel Terkait